01
Pembuatan Website
- Company Profile
- Toko Online
- Website Berita
- Website Sekolah
- Website UMKM
- Email Bisnis
PHP adalah salah satu bahasa pemrograman yang wajib dipelajari. Alasannya, bahasa pemrograman ini mampu untuk membuat website menjadi dinamis.
Nah, dalam artikel ini, Anda akan belajar tentang PHP secara lebih dalam. Kami akan membahas mengenai syntax dasar beserta contoh-contohnya. Selain itu, kami juga akan membahas tentang hubungan PHP dengan MySQL.
Pasti sudah semakin penasaran kan dengan pembahasannya? Sebelum itu, mari pahami dulu pengertian dan fungsi.
PHP (PHP: Hypertext Preprocessor) adalah sebuah bahasa pemrograman server side scripting yang bersifat open source.
Sebagai sebuah scripting language, menjalankan instruksi pemrograman saat proses runtime. Hasil dari instruksi tentu akan berbeda tergantung data yang diproses.
PHP merupakan bahasa pemrograman server-side, maka script nantinya akan diproses di server. Jenis server yang sering digunakan bersama dengan PHP antara lain Apache, Nginx, dan LiteSpeed.
Selain itu, PHP juga merupakan bahasa pemrograman yang bersifat open source. Pengguna bebas memodifikasi dan mengembangkan sesuai dengan kebutuhan mereka. Tentunya jika memiliki kemampuan coding yang baik, ya?
Baca Juga : Pentingnya Website Company Profile

Saat ini, tak kurang dari 78% website di seluruh dunia menggunakan bahasa pemrograman yang diciptakan Rasmus Lerdorf di tahun 1995 ini. Bahkan platform besar seperti Facebook juga menggunakannya.
Lalu, apa yang membuat PHP begitu populer? Mengapa menggunakan PHP yang sudah berumur lebih dari dua dekade ini? Berikut beberapa alasannya:
Secara umum, fungsi adalah digunakan untuk pengembangan website. Baik website statis seperti situs berita yang tidak membutuhkan banyak fitur. Ataupun website dinamis seperti toko online dengan segudang fitur pendukung.
Namun, penggunaan tidak terbatas pada pengembangan website saja, lho. Karena fleksibilitasnya yang tinggi, juga bisa digunakan untuk membuat aplikasi komputer sekalipun. Keren juga, ya?
Setiap bahasa pemrograman memiliki aturan coding sendiri. Begitu pula dengan P. Sintaks dasarnya dibuka dengan <?php dan ditutup dengan ?> sebagai terlihat di contoh berikut:
1 2 3 | <?phpecho “Selamat datang”;?> |
Inilah penjelasan kode tersebut:
Sintaks PHP bersifat case sensitive. Jadi, penggunaan huruf besar atau kecil akan turut mempengaruhi output yang diberikan. Sebagai contoh :
1 2 3 4 | <?php$alamat = “Yogyakarta”;echo $alamat;?> |
Kode di atas akan menghasilkan output: Yogyakarta di halaman website.
Namun, jika dituliskan seperti ini:
1 2 3 4 | <?php$alamat = “Yogyakarta”;echo $Alamat;?> |
Anda akan mendapati tampilan error. Alasannya, adanya perbedaan antara variabel $alamat dan $Alamat.
Anda juga bisa menuliskan komentar sebagai penjelasan dari kode yang ditulis. Komentar di menggunakan // atau */ dan tidak akan dimunculkan sebagai output di browser. Contohnya sebagai berikut:
1 2 3 4 5 6 7 8 9 | <?php // ini contoh penggunaan komentar echo "Apa Kabar?";/*Nah ini juga contoh komentaryang ditulislebih dari satu baris*/?> |
Semua kode yang ditulis harus disimpan dengan file ekstensi .php.
Nah, setelah belajar tentang sintaks dasar, mari lihat contoh kode dalam penggunaan dengan bahasa pemrograman lainnya.
Anda bisa menyisipkan kode di dalam HTML menggunakan PHP editor favorit Anda. Contoh penggunaannya adalah sebagai berikut:
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 | <!DOCTYPE html><html> <head> <title>Contoh</title> </head> <body> <?php echo "Halo, Selamat Siang"; ?> </body></html> |
Kode di atas akan memunculkan hasil pada browser:

Seperti terlihat kode disisipkan di dalam body HTML. Dengan perintah echo, browser memunculkan hasil teks yang diinstruksikan.
Berikut ini adalah contoh penggunaan gabungan dengan HTML dan CSS:
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 | <!DOCTYPE html><html><body><head> <style> h2{ color:white; background-color:red; padding:5px; } p{ color:blue; } </style> <?php echo "<h1>Selamat Datang</h1>"; echo "<p>Semoga Harimu Menyenangkan</p>"; ?></body></html> |
Ketika digunakan bersama dengan CSS, output yang diberikan tentu memiliki atribut CSS seperti warna dan ukuran font yang berbeda sebagai berikut:

Contoh penggunaan kode gabungan dengan JavaScript terlihat di kode berikut:
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 | <!DOCTYPE html><html><body> <h2>Selamat Datang<br> Semoga Harimu Menyenangkan</h2> <b>Ini adalah Contoh Gabungan PHP dan Javascript </b> <br> <p id="demo">PHP Dasar</p> <button type="button" onclick="myFunction()">Coba Klik</button> <script tipe="text/Javascript"> function myFunction() { <?php $str= "Ini Hanya Contoh"; echo "document.getElementById('demo').innerHTML = '$str';"; ?> } </script></body></html> |
Berdasarkan kode-kode di atas, browser akan menampilkan output sebagai berikut:

Jika digunakan bersama dengan HTML, CSS dan JavaScript sekaligus, contoh kode yang digunakan adalah sebagai berikut:
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 | <!DOCTYPE html><html><body><head> <style> h2{ color:white; background-color:red; padding:5px; } p{ color:blue; } </style></head><h2>Ini merupakan contoh<br>Penggabungan CSS, HTML, dan Javascript</h2><b>Dengan PHP </b><br><p id="demo">Contoh</p><button type="button" onclick="myFunction()">Coba Klik</button><script tipe="text/Javascript">function myFunction() { <?php $str= "Ini Paragraf dengan variabel PHP di dalam Javascript"; echo "document.getElementById('demo').innerHTML = '$str';"; ?>}</script></body></html> |
Berikut ini tampilannya di browser:

Anda baru saja belajar contoh kode. Pada dasarnya, penulisan kode bahasa pemrograman ini terbagi dua :
Native adalah penulisan kode dari nol ketika melakukan perancangan sebuah website. Native sering digunakan oleh developer yang memiliki keahlian coding cukup baik atau mereka yang ingin membuat kerangka alur yang unik dengan fungsionalitas tinggi.
Baca juga: Cara Membuat Website dengan PHP
Ketika menggunakan framework, developer dapat memanfaatkan kerangka pengelolaan website yang sudah jadi. Artinya, tidak perlu membuatnya dari awal sehingga memudahkan pekerjaan. Framework dapat membantu developer bekerja lebih efisien dan menyelesaikan pengembangan website lebih cepat.
Beberapa Framework PHP yang populer digunakan antara lain: CodeIgniter, Laravel, Yii, Symfony dan Zend Framework.
Jika Anda sudah mahir native, sangat disarankan untuk mencoba beralih ke framework. Itu karena kode pada framework sudah dioptimasi sesuai standar, dari segi kecepatan maupun keamanan.
Baca Juga: 7 Tips PHP Security yang Bisa Anda Coba
PHP sering digunakan bersama dengan MySQL untuk membangun sebuah website yang dinamis. MySQL adalah sebuah sistem manajemen database yang akan mengakses dan memproses data.
Bagaimana proses kerja keduanya?

Sebelumnya PHP dan MySQL harus sudah terhubung satu sama lain. Nah, ketika ada permintaan dari browser ke web server, akan menghubungi MySQL server untuk mencarikan data yang dibutuhkan di database. Setelah mendapatkan datanya, MySQL server akan meneruskan informasi tersebut ke server untuk dilanjutkan ke browser.
Jadi, dengan adanya dan kemampuannya berkomunikasi dengan sebuah database, Anda akan lebih mudah jika ingin mengembangkan website lebih besar lagi.
Cukup banyak yang sudah Anda pelajari tentang PHP, ya? Mulai dari apa itu PHP hingga fungsinya untuk mengembangkan sebuah website dinamis yang banyak digunakan platform besar di dunia.
Pada penggunaannya, PHP bisa digabungkan dengan bahasa pemrograman lain, seperti HTML, CSS, dan Javascript seperti contoh di atas. Bahkan, bahasa permrograman ini juga mampu bekerja dengan baik bersama MySQL, sebagai sebuah sistem database.
Oleh karena itu, jika Anda ingin membuat website tanpa mengeluarkan banyak budget, sebaiknya Anda belajar. Dengan dukungan hosting termurah di Niagahoster, Anda juga tidak perlu menyewa server yang lebih maha

Jalan Anugrah RT 06/02 Blok A92/10, Pinang, Tangerang Kota




©Copyright 2015 | www.rumahhafla.com
